14 August 2026
Plt Bupati Sapto Mendadak Cek Pabrik Pengolah Sampah Plastik di Mulur Sukoharjo
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, mendadak datang ke pabrik daur ulang limbah botol plastik bekas di wilayah Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kamis (13/8/2026). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo berupaya mencari solusi untuk mengurangi volume sampah plastik. Sapto tiba di pabrik daur ulang limbah botol plastik bekas sekitar pukul 14.00 WIB. Dia langsung melihat proses produksi pengolahan sampah plastik jenis Pet mulai dari pembersihan botol hingga pencacahan botol menggunakan mesin. Seusai meninjau pabrik, Sapto bergeser ke unit usaha pengolahan sampah yang dikelola Badan Usaha Milik (BUM) Desa Mulur. "Saya ingin observasi sekaligus menimba ilmu dan belanja masalah untuk mencari solusi penanganan sampah di Sukoharjo," kata dia. Saat ini, pemerintah berupaya mencari cara untuk mengurangi volume sampah plastik yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Mojorejo, Kecamatan Bendosari. Tak menutup kemungkinan, pola pengolahan sampah plastik di Mulur, Bendosari, bisa ditularkan ke daerah lain. "Sampah plastik bisa bermanfaat jika diolah menggunakan teknologi. Dampaknya dirasakan oleh warga setempat, termasuk menyerap tenaga kerja lokal," ujar dia. Direktur Utama PT Sekawan Bersih Barokah, Muhammad Zain, mengatakan pabrik daur ulang limbah botol plastik bekas di Desa Mulur beroperasi sejak Januari 2026. Limbah botol plastik bekas diolah menjadi cacahan plastik jenis Pet. Sementara kapasitas produksi bisa mencapai dua-tiga ton per hari. Ia telah melakukan kerjasama dengan pengurus BUM Desa Mulur ihwal pengolahan sampah plastik. "Salah satu kendala adalah pasokan bahan baku yang belum optimal. Kondisi ini dipengaruhi pemilihan sampah organik dan sampah nonorganik di rumah tangga yang belum berjalan maksimal," ujar dia. Sementara itu, investor pabrik daur limbah botol plastik, Machmud Lutfi Huzain, mengatakan pengolahan sampah plastik bekas berbasis ekonomi sirkular dengan memaksimalkan nilai penggunaan sumber daya sekaligus turut berkontribusi menjaga lingkungan. Pabrik tersebut juga memberdayakan 25 pemuda setempat sebagai tenaga kerja. "Sampah bisa menjadi uang. Ini yang harus diedukasi kepada masyarakat agar mengubah kebiasaan untuk memilah sampah di rumah. Jadi, konsep pabrik ini berbasis ekonomi sirkular di mana sampah plastik menjadi bahan baku yang didaur ulang menjadi barang yang bernilai guna," ujar dia.